Minggu, 10 Desember 2017

Evident

pict. by google


Pertama,
ku ucapkan terima kasih pada Sang Maha Hidup
karenaNya aku mengenal dirimu
lewat cara yang lembut dan indah
meski penuh liku dan gelombang amarah
.
Aku tak pernah meminta diperkenalkan denganmu
atau menjadikanmu satu-satunya
namun, Dia memiliki rencana lainnya
.
Kala itu,
hanya namamu yang tertulis
sederhana tapi indah
tidaklah mudah mengenal dirimu
atau sekedar menjadi temanmu
aku bahkan tak sampai berfikir
bagaimana jika suatu hari
kita bersahabat
atau bahkan lebih dari itu
maka harapan itu menjadi hujan yang sangat dinanti
tapi tak kunjung kunikmati
.
Jadilah aku saat ini,
berada diantara dua pilihan
menggenggam atau melepaskan
mengambil keputusan untuk memilih
jalan kearah kanan atau kiri
.
Kupahami,
masa lalu jelas tak bisa terulang
bahkan untuk sekedar memperbaiki
lalu hanya kenangan yang menghampiri
andai saja waktu tak membawaku mengenalmu
ini sungguh tak akan ku alami
.
Bertahun-tahun aku belajar
bagaimana cara menerimamu sebagai kawan
tapi hati tak bisa berkompromi
siapapun yang ku pilih untuk menggantikanmu
mereka justru mengingatkan dirimu
bukan menjauhkanmu dariku
.
Mengapa?
dalam sendiriku selalu kamu
semangatku hanya darimu
sabarku adalah kamu
senjaku itu dirimu
sedihku berasal darimu
senyumku semua tentangmu
dan bahagiaku ingin bersamamu
hingga hati takkan berani berharap lebih dari itu
.
Tenang,
aku tak menyalahkan Dia
yang menulis skenario terbaik ini,
atau karena naluri baikmu,
juga karena hatiku yang hanya memilihmu
ku anggap semua ujian
yang harus di jalani
.
Ketahui,
semua jalan telah ku lalui
hanya untuk mengenalmu
hanya untuk bersabar menunggumu
hanya untuk buatmu bahagia
karena hati yakin memilih
meski rindu tak pernah terbalas olehmu
.
Sejujurnya,
aku tak bisa meyakinkanmu untuk memilihku
sadarku memahami
diriku bukan satu-satunya
saat kamu mencari dia yang pandai dan cerdas
aku akan tersenyum berbalik arah
saat kamu mencari dia yang elok dan menawan
aku akan tersenyum melepas semua
tapi,saat kamu mencari dia yang tulus padamu
aku akan berdiri dibaris terdepan dihadapmu
.
Kenyataan,
akan sulit dipahami jika harapan tak sejalan
tapi ia bisa berdamai dengan hati
saat ikhlas ada menerima segala
disetiap ketetapan yang ada
.
Pada akhirnya,
hanya harapan yang tumbuh
bahagiaku telah Dia beri kesempatan
meski sekedar untuk mengenalmu,
berbagi kisahku
mendengar semua rencanamu,
juga tawa kita dalam obrolan sederhana kala itu
.
Dengar,
aku tak ingin tau bagaimana rasamu
tetaplah bersamaku
sebagai apapun aku dalam benakmu






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak Punya Malu

Pict by Pinterest Tentang perjalanan hidup yang tidak pernah kita ketahui akan seperti apa, tapi masih bisa direncanakan dengan baik m...