pict by google
Tuhan telah beri aku seseorang
yang kuat seperti api
lembut seperti angin
rendah hati seperti tanah
menyejukkan seperti air
menjadi pohon yang melindungi
menjadi buku yang menuliskan semua cerita diri
dan menjadi dia pendegar yang baik
.
Berada pada situasi
saat mencintai seseorang
yang tak bisa diandalkan
ini terjadi padamu
yang dulu juga merasakan
pahitnya menanti
sakitnya berharap
hausnya mendapat perhatian
pada mereka yang kau impikan
namun tak bisa memberi harapan
sabar bersahabat dengan waktu
hingga diputuskan akhir yang luka
menjadi penantian yang sia-sia
aku pelakunya
.
Kali ini
ragaku yang berada ditempatmu
jiwaku yang merasakan sakitmu
mengahadapi mereka
sosok yang sama
seperti aku dulu
ku katakan padamu
harapan ini semakin pudar
sabarku tak bisa bersahabat dengan waktu
tak sehebat dirimu
aku mulai menyerah
sudah ku sesali
luka yang kubuat dihatimu
entah hilang atau tak berubah
jika waktu membawaku kembali
ku ingin lakukan satu hal
yang bisa menghapus luka
meski kita tak akan bisa bersama

Tidak ada komentar:
Posting Komentar