Lamunanku tentangmu terusik oleh sebuah kehadiran,
dia datang tanpa ku undang,
mencoba menutup luka yang dalam,
aku tak memintanya.
Waktu berlalu tanpa ku hitung,
tak terasa sudah begitu jauh ku tinggalkan kenangan itu,
tak ingin ku usik sekecil apapun bayangmu,
agar hidupku lebih bahagia tanpamu.
Dia, ku kira mampu menutup luka dengan baik,
sayang, aku terlalu banyak berharap padanya,
yang dilakukan tak lebih baik darimu,
yang diucapkan tak ada bedanya.
Meski, terkadang aku memenangkannya darimu,
ku akui dia lebih baik,
setidaknya dia memahami arti menghargai,
aku tak menyalahkanmu.
Janji, menjadi suatu hal yang tak berarti bagimu dan dirinya
aku tak menyukai itu,
ku kira janji tak terbayar oleh materi,
kau dan dia paham akan arti itu.
Aku tak menyalahkanmu yang kini pergi tanpa menoleh,
ku kira inilah jalan terbaik Tuhan,
darimu aku belajar lebih tangguh,
menghadapi siapapun yang ku temui saat ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar